<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11640757</id><updated>2011-04-22T05:17:27.543+08:00</updated><title type='text'>ulilku</title><subtitle type='html'>ul!L DATANG semua SenaaaaNG</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ulilku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulilku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ulilku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11906391000465692150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11640757.post-111285854232041923</id><published>2005-04-07T15:16:00.000+08:00</published><updated>2005-04-07T15:22:22.326+08:00</updated><title type='text'>laRa di HaRi IstimeWa</title><content type='html'>Ayunan langkah Laras memecah dekapan angin sejuk di musim dingin kali ini, Laras menyempatkan diri untuk mengirim e-mail kepada orang tua angkatnya di Jakarta, seperti biasa dia harus memberi kabar kepada pak Rudolf Abdullah, seorang pengusaha yang juga muallaf, beliau bersedia untuk menjadi orang tua angkat Laras, bahkan yang lebih istimewa lagi, beliau bersedia membiayai segala kebutuhan Laras untuk menyelesaikan studinya di Kairo, &lt;br /&gt;“Lara..” begitu pak Rudolf memanggilnya, &lt;br /&gt;“Do not Forget ya..nanti kalau sudah di Kairo beri saya kabar at least satu minggu sekali” kata – kata Pak Rudolf masih terngiang-ngiang di telinganya ketika beliau mengantar Laras di bandara Soekarno-Hatta. &lt;br /&gt;     Pak Rudolf, seorang keturunan Indo-Irlandia, baru memeluk Islam 2 tahun yang lalu, loyalitasnya terhadap Islam tak dapat dipandang sebelah mata, berpuluh-puluh mushola, mesjid dan madrasah dia sumbang dalam jumlah uang yang tidak sedikit, dan dia lebih memperhatikan saudara-saudaranya yang senasib dengannya dalam status Muallaf, termasuk Laras Khodijah, gadis belia yang lahir 20 tahun yang lalu di pulau Nias.&lt;br /&gt;     Dengan membawa Qur'an pemberian Ayahnya, Laras menempati kompi 3 di sebuah warnet yang tidak jauh dari rumahnya, sambil menunggu loading internet explorernya Laras membuka Qurannya yang di dalamnya ada foto dia bersama ayahnya, Laras terdiam…&lt;br /&gt;     "Pokoknya Ayah tidak setuju kamu ikut pamanmu yang muallaf itu ke Jakarta.." ujar Ayah Laras dengan nada tinggi tepat di depan wajah Laras.&lt;br /&gt;     "Tetapi Ayah…Mengapa Laras tidak boleh mencari jawaban dari ketidak puasan Laras tentang agama kita…" bela Laras.&lt;br /&gt;     "Dan mengapa ayah hanya diam seribu bahasa ketika Laras bertanya tentang masalah agama kita.." sambung Laras lagi.&lt;br /&gt;     Sunyi sekejap kamar Laras  saat itu.&lt;br /&gt;     "Terserah kamu saja lah Ras..Ayah sudah capek mendidik kamu, dasar anak tak tahu diuntung kamu…" suara yang sarat kegeraman memecahkan kesunyian di kamar Laras, sambil membawa barang dagangan berupa baju seragam sekolah, Ayah Laras meninggalkan Laras yang sedang merapikan bajunya untuk dimasukkan ke dalam koper.&lt;br /&gt;     Satu tahun berlalu setelah Laras meninggalkan Ayahnya di Pulau Nias, tetapi Laras tidak pernah bosan menulis surat untuk ayahnya di sana, sekali sampai dua kali dalam sebulan Laras memberikan kabar perkembangannya, sekolahnya, dan yang lebih penting pemberitahuan bahwa seminggu setelah kedatangannya di Jakarta Laras memeluk Islam dan masuk ke sebuah Pondok Pesantren agar bisa dibina secara intensif dalam pengetahuan keislamannya.&lt;br /&gt;     Dalam suratnya yang terakhir, Laras mengungkapkan kerinduannya akan kampung halamannya, serta berkeinginan untuk Pulang ke sana setelah ujian di sekolahnya. Berangkat dari Pelabuhan Sibolga Laras beserta Pamannya berangkat menuju Pulau Nias.&lt;br /&gt;     Tok..Tok.. Tok.. Laras mengetuk Pintu Rumahnya,&lt;br /&gt;     "Ayah…Ini Laras Ayah.." suara Laras memanggil-manggil Ayahnya.&lt;br /&gt;     "Eh Neng Laras.." tiba-tiba terdengar suara perempuan setengah baya dari rumah sebelah, suara itu milik Bu Endang, tetangga Laras asli Sidoarjo yang kebetulan melihat Laras mengetuk-ngetuk rumahnya.&lt;br /&gt;     "Bu Endang melihat Ayah Laras ngga…?" tanya Laras penasaran.&lt;br /&gt;     "Eea..Laaaa.. Bapakmu toh…Bapakmu lagi di Ruko seberang pasar, nanti malam baru pulang ndo'.." jawab Bu Endang dengan logat Sidoarjonya yang masih kental.&lt;br /&gt;     Bergegas Laras menuju ke ruko ayahnya,&lt;br /&gt;     "Ayah…" panggil Laras dari seberang ruko, Ayah Laras hanya terdiam, lalu tak lama kemudian Ayah Laras tak kuasa menahan rasa kangennya kepada anaknya, dengan berurai air mata Ayah Laras memeluk Laras untuk melepas kerinduan terhadap anaknya.&lt;br /&gt;     "Maafkan Ayah nak.." lirih Ayah laras dengan terbata-bata.&lt;br /&gt;     "Maafkan Laras juga ya ayah.." sambung Laras.&lt;br /&gt;     Ayah Laras mengambilkan kursi untuk anaknya. Setelah bercerita panjang lebar ayah Laras mengambil sesuatu dari dalam lemari.&lt;br /&gt;     "Ini Ras, ada sesuatu buat kamu" sambil menghampiri Laras, ayah Laras memberikan Al-Quran untuknya. Laras terkejut dibuatnya.&lt;br /&gt;     "Dari mana ini yah?" ucap Laras sambil mengerenyitkan dahi.&lt;br /&gt;     "Ah ini…setelah ayah tahu kamu mau pulang, ayah lalu ke toko buku Al-Islam di sebelah ruko kita" ujar ayah Laras senang.&lt;br /&gt;     "Laras juga punya sesuatu buat ayah.."lalu Laras membuka tasnya dan mengambil Al-Quran Terjemah untuk ayahnya.&lt;br /&gt;     "Kalo ada waktu dibaca ya yah..ya minimal arti terjemahannya" bujuk Laras lembut. Ayah Laras hanya diam.&lt;br /&gt;     Seminggu sudah Laras menghabiskan Liburannya di Pulau Nias, tiba waktunya Laras untuk kembali ke Jakarta, ayahnya hanya mengantar sampai depan rumah karena ada panggilan mendadak dari konveksi yang tidak bisa ditunda, dengan ditemani pamannya Laras menuju pelabuhan untuk kembali ke Jakarta.&lt;br /&gt;     Nias, 3 Januari 2005, tanggal ini lah yang tertera dalam surat Ayah Laras untuk Laras. Laras membaca suratnya dengan "khusyuk". &lt;br /&gt;     "Laras Anakku sayang, surat ini ayah tulis dengan rasa prihatin ayah kepada saudara-saudara kita di Aceh, gempa dahsyat dan gelombang tsunami, sangat membuat ayah bergidik, ayah takut kalau gempa itu menimpa kampung halaman kita juga, dan tak sengaja, pagi itu ayah membuka Quran terjemah pemberian kamu anakku, lalu yang pertama kali ayah baca adalah surat Al Zalzalah, sebenarnya kejadian ini sempat membuat ayah berkeinginan untuk memeluk agamamu, tetapi ayah ingin kamu menyaksikan syahadat ayah, bagaimana kalau kamu pulang awal April nanti untuk menyaksikan syahadat ayahmu ini, semoga Tuhan mengasihi kita anakku. Salam hangat – Ayah.”dengan mengucap Alhamdulillah,Laras melipat suratnya dan menyelipkannya di dalam Al Quran pemberian ayahnya.&lt;br /&gt;     Akhir Maret hampir tiba, tetapi ujian Laras belum rampung, siangnya Laras melihat berita gempa dahsyat di kampung halamannya, &lt;br /&gt;    "Astaghfirullah…" jerit Laras bagaikan disambar petir di siang hari, suasana di dalam benak Laras kacau, Laras berlari ke wartel dan menelepon rumahnya, tidak ada bunyi sambung di telinga Laras, langsung Laras bergegas menghubungi pamannya dan berkata kepada beliau kalau dia ingin segera ke Nias, dengan cara apapun juga.&lt;br /&gt;     Akhirnya sampai pula Laras menginjakkan kakinya di Pulau Nias, dengan jantung berdegup kencang, Laras bergegas ke rumahnya, tidak ada orang…Laras menyambung lari ke ruko Ayahnya, belum sempat digapai dengan tangan Laras, hanya diraba oleh matanya, ruko ayahnya telah rata dengan tanah, Laras berteriak sekencangnya.&lt;br /&gt;     "TIDAAAAK" pekik Laras. &lt;br /&gt;     Ambulan dan mobil bantuan dari dalam dan luar negeri memenuhi sekitar ruko dan pasar itu, rombongan orang dan tandu menggotong sesosok tubuh dengan penuh Luka dan darah yang tampaknya Laras mengenalinya, &lt;br /&gt;     "Itu Ayah..Itu Ayah Paman.." tunjuk Laras, pamannya sibuk keluar dari kerumunan orang di sana.&lt;br /&gt;     "Tahan dek… nanti dulu, memang ade ini siapanya?" tanya seorang petugas ambulan sambil menahan terobosan tubuh Laras.&lt;br /&gt;     "Sa..Sa..Saya anaknya pak…" dengan susah payah Laras menjawab pertanyaan petugas ambulan itu.&lt;br /&gt;     "Baiklah, kalau begitu ade ikut saya ke Rumah Sakit" ajak Pak petugas.&lt;br /&gt;     Di dalam Ruang Gawat Darurat, Laras menunggu ayahnya dengan penuh kecemasan, ayahnya terbujur kaku, diam tak bergerak sama sekali, tiba-tiba jari ayah Laras bergerak pelan, Laras terbangun dari tempat duduknya seraya menghampiri ayahnya. &lt;br /&gt;     "Ayah..Ini Laras Ayah.." bisik Laras di telinga Ayahnya. Perlahan namun pasti ayah Laras membuka matanya.&lt;br /&gt;     "La..Laras a..nakku kah i..ni?" setengah sadar Ayah Laras berucap.&lt;br /&gt;     "Jangan berkata lagi Ayah.."&lt;br /&gt;     "Simpan tenaga Ayah untuk syahadat.." deras air mata Laras berlinang&lt;br /&gt;     "Ayo Ayah, katakan Ayah, Asyhadu An Laa Ilaha illa Allah.." bisik Laras lagi&lt;br /&gt;     "Asy….Asy..Asyhadu….An..La..I.."terbata-bata Ayah Laras mengucapkan syahadat yang dibimbing Laras.&lt;br /&gt;     "Asy...Asy..Ha..Du..Aaaa" belum sempat syahadat yang dibimbing Laras lengkap, Ayah Laras sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;     "Ayaaaaaaaaaaahhh…" tangis Laras lepas tanpa kendali.&lt;br /&gt;     "AAaa..ups.." Laras teriak di warnet itu, kontan saja orang sewarnet plus penjaganya menghampiri Laras, &lt;br /&gt;     "Ada apa ukhti???.."tanya penjaga warnet keheranan.&lt;br /&gt;     "Eh..Oh..ngga.." sanggah Laras seraya mengusap matanya dengan sapu tangan.&lt;br /&gt;     Laras beranjak dari kompi 3 menuju server untuk bayar, lalu meninggalkan warnet itu,  baru selangkah Laras meninggalkan warnet, datanglah Farah dari kejauhan.&lt;br /&gt;     "Larass..tunggu.." Farah memanggil Laras sambil bergegas menuju kepadanya.&lt;br /&gt;     "Darimana Far?" tanya Laras.&lt;br /&gt;     "Farah dari Attabah tadi, beli kalender 2007 titipan kamu" ujar Farah.&lt;br /&gt;     "O..Iya, tapi kan ini masih awal Desember 2006 Far.." kejar Laras.&lt;br /&gt;     "Hellooow..Please dong Laras alias Langganan Berass" ejek Farah.&lt;br /&gt;     "Justru karena ini bulan Desember, makanya kalender 2007 udah beredar" jelas Farah. &lt;br /&gt;     Mereka berdua berjalan menyusuri jalan yang menuju rumah mereka.&lt;br /&gt;     Rembulan meninggi diatas kamar mereka, keduanya tidur diiringi alunan saxophone Kenny G yang melantunkan lagu Havananya, di alam mimpi Laras bertemu Ayahnya.&lt;br /&gt;    "Ayah..mau kemana ayah.."&lt;br /&gt;    "Ayah jangan pergi ayah…" igau Laras, sementara ayahnya hanya tersenyum.&lt;br /&gt;    "Ayaaaaaahhh…" tiba-tiba Laras terjaga dari tidurnya.&lt;br /&gt;    Jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari, di meja kecil Laras tertera tulisan diatas kertas "Sanah Hilwah ya Habibty – By your best friend Farah" rupanya Farah tidak mau tidur sebelum sahabatnya tidur, supaya bisa membuat surprise di hari istimewanya, Laras hanya tersenyum tipis, Laras bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat tahajjud di hari ulang tahunnya, setelah sholat tahajjud, tiba-tiba alarm reminder Hand Phone Laras berbunyi, &lt;br /&gt;"Haaah sekarang surprise apalagi sih Farah..?", fikirnya.&lt;br /&gt;     Tetapi betapa terkejutnya Laras setelah melihat Hand Phonenya, karena bukan Farah yang membuat reminder, tapi ayah nya ketika masih hidup,&lt;br /&gt;"Selamat Ulang Tahun anakku, reminder ini ayah buat pada saat kamu pulang ke Nias setahun yang lalu, maafkan segala kesalahan ayah, semoga kamu menjadi anak yang pintar dalam kedewasaanmu ini, rasa sayang ayah hanya untukmu buah hatiku"&lt;br /&gt;tak kuasa menahan rasa sedih, Laras tenggelam dalam sujud berurai air mata dan doanya.&lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;-Sulton-  Cairo  3 April 2005  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glossary :&lt;br /&gt;Sanah Hilwah  : Happy Birthday&lt;br /&gt;Ya Habibty : My Dear&lt;br /&gt;Attabah  : Nama salah satu pasar di Cairo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11640757-111285854232041923?l=ulilku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulilku.blogspot.com/feeds/111285854232041923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11640757&amp;postID=111285854232041923' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111285854232041923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111285854232041923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulilku.blogspot.com/2005/04/lara-di-hari-istimewa.html' title='laRa di HaRi IstimeWa'/><author><name>ulilku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11906391000465692150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11640757.post-111186022111260078</id><published>2005-03-27T01:47:00.000+08:00</published><updated>2005-03-27T02:03:41.113+08:00</updated><title type='text'>wish me luck ^_^</title><content type='html'>alhamdulillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;finally kuliahku selesai juga,dari yang awalnya susyeh bgt dikerjain senior-senior ampe bikin tugas yang bejibun, tapi kadang aku rindu bgt masa-masa kuliah, berangkat bareng,makan bareng,sholat jama'ah ama temen2 and adik kelas,ampe pulang bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisah-klasik di campus yang indah bgt itu bikin aku ngerasa bahwa aku benar-benar menjadi seorang "remaja".&lt;br /&gt; akankah semua itu terjadi pada anak cucuku...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11640757-111186022111260078?l=ulilku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulilku.blogspot.com/feeds/111186022111260078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11640757&amp;postID=111186022111260078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111186022111260078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111186022111260078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulilku.blogspot.com/2005/03/wish-me-luck.html' title='wish me luck ^_^'/><author><name>ulilku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11906391000465692150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11640757.post-111156819630703931</id><published>2005-03-23T16:53:00.000+08:00</published><updated>2005-03-23T16:56:36.306+08:00</updated><title type='text'>woow !!!!!</title><content type='html'>&lt;span style="color:#009900;"&gt;uhuy!! akhirnya jadi juga...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;alhamdulillah... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;hayya nabtadi' bil basmalah.. (pondok bgt...) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Unzur ma qola wa laa tanzur man qola&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11640757-111156819630703931?l=ulilku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulilku.blogspot.com/feeds/111156819630703931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11640757&amp;postID=111156819630703931' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111156819630703931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11640757/posts/default/111156819630703931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulilku.blogspot.com/2005/03/woow.html' title='woow !!!!!'/><author><name>ulilku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11906391000465692150</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
